Tampilkan postingan dengan label great momen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label great momen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2009

SolarGeneration Bday PARTY

Saturday, December 6, 2008



Tanggal 1 Desember. 1.23 hape gw geter, secara spontan gw angkat dan sapaan seorang cowo : SELAMAT ULANG TAHUN IVY! dalam setengah sadar gw bilang, hah? gw gak ulang taun... terus gw inget.. oh iya! HARI INI TANGGAL 1 DESEMBER!!!

Gak kerasa banget sudah setahun!!! SETAHUN!!!! gila.... gak kerasa banget. Tanggal 1 Desember 2007 di Bali, SG me-launch-kan diri. Dan sekarang satu tahun kemudian.. kami dengan segal perubahannya.
Menjelang ultah nih, banyak banget kerjaan sehubungan dengan Global Day of Action. Rodi bo! Rodi setiap malem. Tanggal 1 desember, kita rapat. Dari siang sampe sore... ngomongin GDA.
BAYANGKAN! GDA tinggal menghitugn hari.. ijin belom keluar, media belom apa2, peserta masih kurang. Dan yang paling bikin pesimis adalah : Greenpeace pesimis sama kita. Mereka gak percaya kalo kita, walopun masih muda, kita BISA!

Rapat, rapat dan rapat. Dengan kondisi tertekan karena kerjaan dan tegang takut semuanya buyar gara-gara ijin.. kita rapat terakhir malem itu. Dalem ati, kita mikir, siaaaal banget sih! Ultah-ultah malah rapat, dimarah-marahin lagi!

Pas rapat, Galih bilang sekarang waktu udah mepet dan semuanya masih gini-gini aja. Tapi kita tetep punya keyakinan dan semangat. Itu yang kita punya berlebih sekarang. Mau gak kita lanjut? dan apa komitmen kita sekarang untuk beberapa hari kedepan menghitung GDA?
Trus dia keluar dan bilang dia ngasih kita waktu untuk mikir. Dadi yang mengambil alih rapat, mengajak kita semua untuk tutup mata dan ngebayangin hari H. Bayangin panasnya matahari... bayangin kita duduk sendirian di bunderan HI, gak ada orang... Tapi tiba-tiba puluhan orang dateng pake baju merah, ratusan bahkan ribuan sampe rame banget dan mendukung aksi kita. Ayo rasain di kepala kita... panasnya... kita masih merem ngebayangin....

tiba-tiba..... (gedubrak-gedubrak-gedubrak)

HAPPY BIRTHDAY SOLAR GENERATION!!!!!!

satu kantor staff Greenpeace masuk ke ruang rapat membawa kue tart besar untuk SG!
Yaaaa ampun!!!! ini surprise party terindah yang pernah gw alamin. Lebih indah daripada pesta-pesta sweet seventeen teman-teman gw di hotel-hotel besar2... trus kita foto-foto dan saling ngasih salam. Terus MAKAN degh...

Sebelum pulang, tepatnya setelah semua orang di undakan depan kantor tempat paling pewe nongkrong2.. kita ngobrol2 ngomongin hari itu... Emang ijin belom ada yang beres, bahkan terancam gagal tanpa ijin. Tapi rere bilang, dengan ato tanpa ijin. Dengan atau tanpa seribu orang, kita akan tetap maju. KARENA KITA MUDA DAN BERANI. Biar orang-orang atas itu gak percaya sama kita, tapi kita punya semangat yang mereka gak punya, punya keberanian yang mereka gak pernah bayangkan! KITA SIAP dan KITA LAKUKAN APAPUN YANG TERJADI!

kita ber-sekian anak2 core team, high five sambil teriak : WHATEVER!!!!
yeaph, whatever dengan semuanya. Persetan kata mereka, persetan ketakutan mereka. KITA TETAP MAJU!

Malam itu gw pulang jalan kaki dari kantor. Malam gelap tanpa bintang, menyusuri jalan dibawah rel kereta, gw bilang sama diri gw sendiri. Gw tau kenapa gw tetap ada disini, karena mereka keluarga gw, sahabat gw, jiwa gw.
Mereka membuatku menjadi diriku sendiri dan menemukan jiwaku. Bersama mereka satu-satunya saat gw gak peduli gw ini apa dan siapa, gak peduli gw kurang ini-itu. Yang gw tau, gw punya mereka! dan Gw ada disini untuk satu misi : masa depan! itu yang membuat kita tetap bertahan disini... karena kita semua menjadi diri kita disini.

PASUKAN MERAH! AYO MAJU! PERSETAN KATA MEREKA! KITA MUDA DAN BERANI!



Album Biru


Sunday, September 28, 2008


Kubuka album biru.. penuh debu dan usang...

Gw gak punya album biru yang bisa menceritakan memori-memori dengan sang Bunda. Bahkan gw bukan salah satu dari anak-anak yang dianuhgerahkan untuk memiliki keindahan ingatan bersama ibu yang sebenarnya seperti didongengi, dibuatkan bekal, digandeng ke sekolah.

Nyokap gw adalah seorang wanita single fighter yang sibuk dan membuat segalanya dalam hidup gw bahkan ketika gw kecil menjadi sistematis dan disiplin. Bukan berarti gw terlantar, dia tetap ada dengan baik buat gw. Lebih sebagai teman dan pembimbing hidup, bukan seperti ibu yang ada di imajinasi gw.

Nyokap gw, dengan segala keterbatasannya, berusaha memberikan semua yang terbaik untuk gw dan adik gw. Walau dengan begitu ia melewatkan banyak waktu untuk tidak bersama gw. Walau begitu banyak teman-teman gw yang ngantri untuk tukeran nyokap, nyokap yang bisa gokil-gokil bareng, funky, ngajakin anaknya dugem dan nyoba alcohol (under supervise ) dan bisa nyari barang-barang seru. Sedangkan seperti semua manusia lainnya, gak pernah puas. Gw rindu punya nyokap yang lebih ibu. Yang menempatkan gw sebagai anaknya bukan sebagai teman.

***
Entah apa yang mendorong gw menceritakan segalanya, bahkan rahasia yang paling gelap dari hidup gw. Sejak umur 8 tahun, rasanya hampir tak pernah gw menunjukan emosi yang sedemikian dalam di depan orang lain, terutama di depan orang yang boleh dikatakan tidak kenal dengan gw.

Hari itu hari terakhir pelajaran sebelum liburan gratis, libur lebaran. Gak ada lagi anak-anak yang niat belajar, guru-guru pun mengalah dengan memberikan jam gratis buat anak-anak menyiapkan lomba besoknya atau sekedar ngobrol-ngobrol pelan. Akhirnya gw menumpahkan semua yang memberatkan hati gw akhir-akhir ini. Dan semua tumpah gitu aja, diterima dengan baik dan lapang dada oleh seorang wanita yang memposisikan dirinya sebagai ibu. Seperti ibu yang selama ini dalam bayangan gw.
Ibu yang memegang tangan gw untuk menenangkan gw, bukan teman yang ngelucu dengan maksud menghibur. Ibu yang memberi gw nasihat bukan teman yang sekedar memberi saran.

Dan takdir jugalah yang menempatkan gw di gereja siang itu, dan tangan takdir yang membawa gw untuk menarik lengannya menjauh dari keramaian dan berlutut di salah satu sisi yang kosong. Takdir. Ya itu dia, yang kadang memilihkan.

Pagi itu gw merasakan sensasi yang rasanya sudah lama sekali gak gw rasakan. Ketika tangannya ditumpangkan di kepala gw, tiba-tiba ada perasaan hangat yang meleleh dari atas kepala. Mendadak gw luluh. Lapisan-lapisan benteng yang selama 8 tahun ini bangun hati-hati meleleh begitu aja di hadapan altar, oleh kehangatan seorang ibu. Gw gak menangis untuk masalah gw saat itu, gw menangis ketika menyadari begitu lama gw rindu sentuhan ini. Sedikit bukti bahwa dari sekian banyak orang yang menolak gw, masih ada tangan yang mau menghangatkan hati gw, walau hanya sebentar.
Akhirnya setelah sekian lama, gw merasakan sentuhan seorang ibu yang menempatkan dirinya sebagai ibu, bukan sekedar sebagai teman.

Walau dia bukan ibu yang sebenarnya, walau seharusnya gw bersyukur atas ibu yang dianugerahkan Tuhan ke gw. Walau dan walau lainnya. Gw percaya takdir yang memilihkan gw untuk ada di gereja pagi itu. Walau itu hanya berlangsung sebentar, betapa gw merasa sangat bahagia dan lega akan rindu itu. Rindu dipeluk dan dicium sebagai seorang anak...

Fit In

Wednesday, June 4, 2008



Pagi ini SG ada acara di SDN 12 Benhil. Acaranya bertajuk *ceeeeh bertajuk, bahasa lo piiii* , STUDENT ACTION FOR CLIMATE. Jadi kita kampanye efisiensi energi, simple act dan perkenalan energi terbarukan di sekolah itu yang disabut murid2 SD itu dengan over semangat. MANTAB. Aktivitasnya seperti murall (lukisan grafiti di tembok) tentang Pahlawan energi bersih, Solar Bar (bagi2 jus gratis yang listrik dari solar panel), trus ada Turn On light (mengganti lambu jadi hemat nergi secara simbolik), dan ada music dari Solar Akustik.. huahauah, jatohnya sih karaoke pribadi... halaaah

Sebenernya bukan masalah acaranya ato kampanyenya yang berkesan banget. Oh iya.. gw jadi MC! and believe it or not, ternyata gw not bad lho. Selama ini gw jadi MC gak pernah untuk acara kaya gituan.. jadi lumayan deg-degan juga siih. Tapi yaaa lancar-lancar aja tugas gw.

Pernah gak sih lo ada di suatu tempat ato situasi yang lu ngerasa pas banget disitu. Yang lu bisa ngerasa dan bilang dalam hati 'ini tempat gw'. Perasaan itu yang ada dan mengena banget waktu abis acara, gw ngeliat semua temen2 gw (banyak juga yang temen baru gak afal namanya) dan mereka semua main bola bareng sama beberapa anak SD kece.. Gw ngerasa aja gitu... in the right place.. my place.

Padahal gw gak ikut main bola. Cuma foto2 aja dikit dan ikut nyorakin. Ato gw juga gak ikut main gimbe ato nyanyi (ntar bisa pecah semuanyaaa) tapi gw seneng aja bisa ada disana. Dengan orang-orang yang 'sama' kaya gw. Setelah waktu yang cukup lama ini gw merasa 'fit in' di suatu tempat. :)undefined

Kata Ian Wallace, 'why should you always trying to fit in, if you were born to stand out"
Kadang menyadari tempat hati kita berada dan sadar bahwa kita memiliki tempat itu, seperti obat kuat yang menyemangati lagi. Gw jadi semangat lagi nih ngapa2in aja.. YES



The winner

Saturday, May 17, 2008

Feels angry, dissapointed and sorry to everyone. Itu yang gw rasain sekarang. Setelah posting lalu, adalah 'Letting the door close'. Kali ini adalah letting the heart hurts. Hari-hari ini mungkin agak penuh kesakitan, without knowing who's made it to me. The thing i know is just things that i says every morning.

I'm strong enough to do everything

I'm smart enough to get everything

I motivated enough to reach what i want

I'm wise enough to know what i need

I'm mature enough to make a decision

And i'm free enough to be myself.

Itu semacam vow of 16. Hahaha. One thing impressed me last day. Gw ada ambil nilai olahraga, lari jarak menengah. Yang adalah lari 3 lap, muterin komplex sekolah gw yang -believe me for this- GUEEEDDDEEEE banget. Dengan standar nilai 4 menit untuk nilai 100. Fiuuuuh. Bahkan untuk putra, 5 lap, 6 menit untuk 100.

Giliran romobongan gw lari, gw udah ngeri aje. You know my body it's not cooperate enough to such of bloody thing. Lari dan lari. Lap pertama, masih bisa melek, masih bisa napas, masih lari dengan benar. Lap kedua, gw udah mulai merem-merem. Put my self out of this time. Putting myself somewhere out, Africa maybe. Lap 3, gw bener-bener lari sambil tutup mata. Sambil melantunkan the vow of 16 gw. Gw lari dan lari, udah gak pake otak lagi. Bahkan kalau mau lebay. Kalo di shoot pake kamera, ceritanya penglihatan gw udah yang gelap-terang-gelap, terus yang terdengar cuma suara detak jantung. Lebay nyaaaa.

Yang jelas, lantunan vow of 16, membawa gw jauh dari tempat lari pagi itu. Rasanya kaya ada di puncak liberty (belom pernah sih) sambil menikmati angin sepoy dan melihat how peaceful the water. Jadi it's important to put in your mind, it's not how bother you with the condition. But it's how to motivate yourself as an gentlemen.

Dan pas udah selesai. 2 temen gw pingsan dadakan. Yang lain tepar di lantai dan mengeluh ini-itu. Haduuuuuuh ini, haduuuuuuh itu. One thing i know is just to proud of myself. I did it. about 4:36 it's not 100 marks. But the thing is how i made it and how i was success as a truly winner. Without bothering and crueling all the time. I passed it with smile. With light heart. No matter how swollen my feet feel. How fast my heart beat did. But i made it. That enough