Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label event. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2009

SolarGeneration Bday PARTY

Saturday, December 6, 2008



Tanggal 1 Desember. 1.23 hape gw geter, secara spontan gw angkat dan sapaan seorang cowo : SELAMAT ULANG TAHUN IVY! dalam setengah sadar gw bilang, hah? gw gak ulang taun... terus gw inget.. oh iya! HARI INI TANGGAL 1 DESEMBER!!!

Gak kerasa banget sudah setahun!!! SETAHUN!!!! gila.... gak kerasa banget. Tanggal 1 Desember 2007 di Bali, SG me-launch-kan diri. Dan sekarang satu tahun kemudian.. kami dengan segal perubahannya.
Menjelang ultah nih, banyak banget kerjaan sehubungan dengan Global Day of Action. Rodi bo! Rodi setiap malem. Tanggal 1 desember, kita rapat. Dari siang sampe sore... ngomongin GDA.
BAYANGKAN! GDA tinggal menghitugn hari.. ijin belom keluar, media belom apa2, peserta masih kurang. Dan yang paling bikin pesimis adalah : Greenpeace pesimis sama kita. Mereka gak percaya kalo kita, walopun masih muda, kita BISA!

Rapat, rapat dan rapat. Dengan kondisi tertekan karena kerjaan dan tegang takut semuanya buyar gara-gara ijin.. kita rapat terakhir malem itu. Dalem ati, kita mikir, siaaaal banget sih! Ultah-ultah malah rapat, dimarah-marahin lagi!

Pas rapat, Galih bilang sekarang waktu udah mepet dan semuanya masih gini-gini aja. Tapi kita tetep punya keyakinan dan semangat. Itu yang kita punya berlebih sekarang. Mau gak kita lanjut? dan apa komitmen kita sekarang untuk beberapa hari kedepan menghitung GDA?
Trus dia keluar dan bilang dia ngasih kita waktu untuk mikir. Dadi yang mengambil alih rapat, mengajak kita semua untuk tutup mata dan ngebayangin hari H. Bayangin panasnya matahari... bayangin kita duduk sendirian di bunderan HI, gak ada orang... Tapi tiba-tiba puluhan orang dateng pake baju merah, ratusan bahkan ribuan sampe rame banget dan mendukung aksi kita. Ayo rasain di kepala kita... panasnya... kita masih merem ngebayangin....

tiba-tiba..... (gedubrak-gedubrak-gedubrak)

HAPPY BIRTHDAY SOLAR GENERATION!!!!!!

satu kantor staff Greenpeace masuk ke ruang rapat membawa kue tart besar untuk SG!
Yaaaa ampun!!!! ini surprise party terindah yang pernah gw alamin. Lebih indah daripada pesta-pesta sweet seventeen teman-teman gw di hotel-hotel besar2... trus kita foto-foto dan saling ngasih salam. Terus MAKAN degh...

Sebelum pulang, tepatnya setelah semua orang di undakan depan kantor tempat paling pewe nongkrong2.. kita ngobrol2 ngomongin hari itu... Emang ijin belom ada yang beres, bahkan terancam gagal tanpa ijin. Tapi rere bilang, dengan ato tanpa ijin. Dengan atau tanpa seribu orang, kita akan tetap maju. KARENA KITA MUDA DAN BERANI. Biar orang-orang atas itu gak percaya sama kita, tapi kita punya semangat yang mereka gak punya, punya keberanian yang mereka gak pernah bayangkan! KITA SIAP dan KITA LAKUKAN APAPUN YANG TERJADI!

kita ber-sekian anak2 core team, high five sambil teriak : WHATEVER!!!!
yeaph, whatever dengan semuanya. Persetan kata mereka, persetan ketakutan mereka. KITA TETAP MAJU!

Malam itu gw pulang jalan kaki dari kantor. Malam gelap tanpa bintang, menyusuri jalan dibawah rel kereta, gw bilang sama diri gw sendiri. Gw tau kenapa gw tetap ada disini, karena mereka keluarga gw, sahabat gw, jiwa gw.
Mereka membuatku menjadi diriku sendiri dan menemukan jiwaku. Bersama mereka satu-satunya saat gw gak peduli gw ini apa dan siapa, gak peduli gw kurang ini-itu. Yang gw tau, gw punya mereka! dan Gw ada disini untuk satu misi : masa depan! itu yang membuat kita tetap bertahan disini... karena kita semua menjadi diri kita disini.

PASUKAN MERAH! AYO MAJU! PERSETAN KATA MEREKA! KITA MUDA DAN BERANI!



Fit In

Wednesday, June 4, 2008



Pagi ini SG ada acara di SDN 12 Benhil. Acaranya bertajuk *ceeeeh bertajuk, bahasa lo piiii* , STUDENT ACTION FOR CLIMATE. Jadi kita kampanye efisiensi energi, simple act dan perkenalan energi terbarukan di sekolah itu yang disabut murid2 SD itu dengan over semangat. MANTAB. Aktivitasnya seperti murall (lukisan grafiti di tembok) tentang Pahlawan energi bersih, Solar Bar (bagi2 jus gratis yang listrik dari solar panel), trus ada Turn On light (mengganti lambu jadi hemat nergi secara simbolik), dan ada music dari Solar Akustik.. huahauah, jatohnya sih karaoke pribadi... halaaah

Sebenernya bukan masalah acaranya ato kampanyenya yang berkesan banget. Oh iya.. gw jadi MC! and believe it or not, ternyata gw not bad lho. Selama ini gw jadi MC gak pernah untuk acara kaya gituan.. jadi lumayan deg-degan juga siih. Tapi yaaa lancar-lancar aja tugas gw.

Pernah gak sih lo ada di suatu tempat ato situasi yang lu ngerasa pas banget disitu. Yang lu bisa ngerasa dan bilang dalam hati 'ini tempat gw'. Perasaan itu yang ada dan mengena banget waktu abis acara, gw ngeliat semua temen2 gw (banyak juga yang temen baru gak afal namanya) dan mereka semua main bola bareng sama beberapa anak SD kece.. Gw ngerasa aja gitu... in the right place.. my place.

Padahal gw gak ikut main bola. Cuma foto2 aja dikit dan ikut nyorakin. Ato gw juga gak ikut main gimbe ato nyanyi (ntar bisa pecah semuanyaaa) tapi gw seneng aja bisa ada disana. Dengan orang-orang yang 'sama' kaya gw. Setelah waktu yang cukup lama ini gw merasa 'fit in' di suatu tempat. :)undefined

Kata Ian Wallace, 'why should you always trying to fit in, if you were born to stand out"
Kadang menyadari tempat hati kita berada dan sadar bahwa kita memiliki tempat itu, seperti obat kuat yang menyemangati lagi. Gw jadi semangat lagi nih ngapa2in aja.. YES



Passing The 16th Stop

Wednesday, April 30, 2008



Menghitung menit, aku akan 16 tahun. Yaaah.. angka yang cukup banyak untuk dibilang besar, angka yang cukup kecil dari 17.

16, banyak yang sudah mengingatkan. Hati-hati ya.. Jangan lupa senang-senang. Tahun terakhir di golongan non-produktif. Tahun terakhir sebelum punya hak walaupun sebelum menikah (LHO?? itulho! di undang-undang kan selalu disebutkan 'berumur 17 tahun atau sudah menikah') Tahun terakhir deh masih katagori 'child', terakhir jadi seseorang 'belum dewasa' atau 'belum cukup umur'.

Buatku sendiri. 16 itu bukan achievement. 16 artinya awal untuk pergi ke stop ke-17. Sedetik setelah berlalunya besok (hari ulang tahun ke-16) akan menjadi langkah menuju ke pemberhentian ke 17. Sebelum melangkah melanjutkan perjalanan. Besok di Stop ke-16, aku mau berhenti. Melihat ke belakang, apa yang telah kuraih? apa yang salah? apa yang sudah cukup? apa yang terlalu? apa yang harus dimaafkan? apa yang harus ditinggalkan? apa lagi yang harus diraih???

nah itu dia pertanyaan penting. Setelah berpikir perjalanan menuju 16, saya harus berlanjut memikirkan. Apa lagi yang akan saya lakukan untuk menempuh pemberhentian ke 17? Apa yang harus saya tebar? apa yang harus segera dipersiapkan? apa lagi yang harus dicapai? Supaya ketika pemberhetian ke-17 itu datang (akan jadi turning point yang besar) bahwa aku sudah siap dengan segalanya. Siap dengan segala pertanyaan dan puas dengan apa yang telah saya raih di pembehertian ke-17 nanti.

Sedikit review, satu tahun yang lalu, tepat setahun yang lalu. Saya sedang ada di tepi sungai Chao Praya, Dinner dengan teman-teman SolarGen International. Mendapatkan Bday pertama jauh dari negri, bersama orang-orang yang baru kukenal beberapa, tetapi memberikanku surprise kecil dengan kue dan nyanyian. Semuanya sudah setahun.

Setahun kedepan mungkin semuanya sudah berubah! Harus berubah! Dan segalanya akan menjadi lebih baik! (Amien). To be 15th now, is a grace.... in 5 minutes, i'll turn to 16. Bye Ivy the 15th, Welcoming Ivy the 16th.

Passing the 16th stop, a lot of things passed. What i've been DONE? What I'll do next?



Restu

Saturday, March 29, 2008


undefined
Kaget gw ngeliat terakhir kali login di blog gw sendiri.. yaaaa ampppuuuun,, udah lama banget.. 10 hari... gilingan.. ini nih.. akibat semangat menulis menurun dan banyak buku bacaan asik yang harus dibaca.

Ohiya... menyambung posting sebelumnya, puisi dag-dig-dug menjelang pemilihan ketua OSIS. Alhamdullilah untuk kedua kalinya, gw masih dipercayai untuk jadi kandidat ketua OSIS walopun masih anak kelas X..

and the result is.....

saya tidak terpilih... berdasarkan vote malah saya yang terendah.. hahahaha.. doesnt matter..

pidato dan blablabla nya sendiri berjalan lancar (at least for me..). Diserang dengan pertanyaan gila bertubi-tubi dan berbagai tuntutan win-win kanan-kiri alias terjepit dalam conflict of interest dari kedua belah pihak yang membuat resah. Anyway, udah berlalu. Dan gw sendiri... gak ada beban sedikir pun untuk menjalani itu. Berdiri di podium itu untuk kedua kalinya. Yeaph, podium yang sama dengan ruangan yang sama dengan seragam yang berbeda. Dengan ambisi dan harapan yang berbeda.

hampir 2 tahun yang lalu, berdiri disitu dengan tekad untuk benar-benar menang. Dengan ambisi untuk menjadi pemimpin, gugup untuk memberikan yang terbaik dan dngan harapan untuk menang sebagai yang terbaik. Berdiri disana untuk kedua kalinya, dengan tekad untuk memberikan yang terbaik. Namun dengan harapan siapapun yang menang nanti adalah yang terbaik dan dengan tujuan untuk bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan. Bukan lagi untuk menjadi pemenang.

Satu-satunya yang mendorong gw untuk berdiri tegap dan memberikan yang terbaik adalah rasa hormat dan menghargai yang gw tanamkan terus menerus. Sambil terus berbisik untuk tidak mengecewakan. Amanah adalah sumpah yang harus dipenuhi. Dengan kepercayaan mereka memilih gw untuk jadi salah satu kandidat, artinya mereka percaya bahwa gw bisa bertanggung jawab dan menjadi pemimpin yang baik. Setidaknya gw gak pengen lagi jadi pemimpin, paling tidak gw bertanggung jawab seperti yang mereka harapkan.

Sebelum giliranku untuk berbicara. Di kiri, di balik kursi-kursi dan orang-orang. Bisa kulihat, mata melotot yang membesarkan hati. Yeaaah, melotot dari wajahnya yang hitam. Tapi pandangannya, hanya dari pandangannya ku yakin dia sambil tak henti berdoa. Pancarannya penuh dukungan dan dengan anggukan singkat sebelum berbicara aku minta restu.
walaupun beliau bilang, ia menanti kemenangan, tapi aku yakin doanya bukanlah untuk kemenanganku. Namun doa untuk supaya aku dapat belajar dan kuat. Bukan menjadi yang terbaik, namun mempunyai keinginan untuk memberikan yang terbaik. Bukan menjadi pemenang, namun belajar menjadi pemenang didalam kekalahan dan pengecut. Bukan menjadi pemimpin, namun menjadi seseorang yang dapat mendorong dan mendengar.

Masih bisa kulihat mata itu dikepalaku. Dan segala beban di atas podium lenyap. Seperti terbawa angin oleh kipas angin tinggi diatas kepalaku dan balas memandang ke ratusan pasang mata yang menatapku penuh tantangan dan menjawab pertanyaan dengan hikmat dan kebijaksanaan. Mata itu... mata itu memberi kekuatan.



Untuk Anak Pinggiran

Wednesday, February 20, 2008


undefined
Yeap, Minggu lalu untuk sekian lama akhirnya gw kunjungan lagi ke Sanggar Akar. Itu lho, Sanggar anak-anak 'pinggiran', termasuk di dalamnya anak jalanan, anak yatim dan anak terlantar lainnya. Minggu itu adalah kunjungan ke sekian kalinya setelah kunjungan beberapa bulan yang lalu (sudah agak lama juga sih, tadinya mau adi guru bahasa inggris disitu, tapi.. yaah, belum jadi). Sanggar Akar, terletak di tepi Kali Malang daerah Cipinang. Rumah atau tepatnya bangunan kayu dan semen itu masih dengan kesederhanaannya dan lukisan nyata yang menggambarkan dengan jelas 'kita sangat beruntung'. Berkaca ke kehidupan mereka dan lihat betapa banyak yang kita miliki.

Minggu itu, Sanggar hampir sepi. Hanya ada beberapa anak-anak gadis yang sudah lebih besar. Mereka teman-temanku. Beberapa kali aku pergi bersama mereka. Beberapa kali aku hanya sedikit berbagi kebahagiaan dan pergi jalan-jalan ke Bandung untuk liburan singkat. Anak-anak kecil dan balitanya sedang pergi. Mereka ada acara performance di Senayan dalam rangka 'hari sahabat'. Oh iya.. di sanggar ini mereka diajarkan musik dan berbagai keterampilan lainnya. Hasil karya mereka atau hasil main musik mereka (punya orkes kecil disebut 'musik kaleng rombeng') digunakan untuk mengelola sanggar dan sekolah -- beberapa dari mereka disekolahkan sanggar --

Disana kami ngobrol-ngobrol, makan bersama (kebetulan rombonganku membawa sedikit makan siang dan camilan), dan tentunya main bersama, dari main wak-wak-gung dan Un-Dos-Tress. Beberapa anak kecil yang tidak ikut main ke Senayan, akhirnya bersama kami seharian itu.

Satu yang paling kulupakan, tentu saja, Debi. Bocah lelaki berumur 8 tahunan ini memang pernah kujumpai beberapa kali pada kunjungan-kunjungan sebelumnya. Namun tetap saja, pasti ada kejadian yan berkesan setiap bertemu dengannya.
Yang kutau, orang tua Debi entah dimana. Dari kecil ia hidup di jalanan, namun sekarang disekolahkan oleh sanggar. Bocah kelas 2 SD ini memang tingkahnya aneh-aneh. Anak jalanan banget. Bawa-bawa pisau tajam kemana-kemana (bayangkan umur 8 tahun, adikku saja sepertinya belum pernah memegang pisau, padahal umurnya 7 th), mungkin saja pribadinya yang ditempa bersama debu dan kerasanya aspal menjadikan anak itu begitu. Agak brutal, namun manis dan patut disayangi dan diberi perhatian.

Kunjungan beberapa bulan yang lalu (kunjungan resmi pertama) jauuuuuuh lebih berkesan. Bukan karena memang acaranya sudah di prepare dengan baik, namun juga untuk pertama kalinya aku menemukan kehidupan lain yang duduk disampingku, makan bersama dan mengajariku memetik gitar khas pengamen jalanan. Waaah, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan disana ketika itu.

Kunjungan itu, selain untuk pertama kalinya aku bertemu Debi. Aku juga bertemu dengan seorang gadis lagi. Umurnya baru sekitar 7-8 tahun. Manis sekali ketika aku bertemunya dulu. Anaknya terbuka dan haus kasih sayang. Seorang guru menggendongnya dan ia tersenyum gembira. Sambil berbisik ia berkata 'aku seperti punya ayah'. Oh, sungguh mengiris hati perkataanya. Ketika aku dan rombongan pamit. Sekali lagi ia mendekapku lama dan berkata hampir menangis, 'Kak, kembali lagi... makasih ya kak, rasanya seperti punya keluarga...'. Aku ingat, tak tahan aku untuk bicara apapun, hanya kudekap saja tubuh mungil, yang mungkin orang bilang dekil dan bau.

Beberapa bulan kemudian, aku kembali membawakan boneka kelinci untuknya dan kalung (aku ingat betapa sulit aku memilih boneka itu). Dan tak lupa aku juga membawa tas sekolah baru untuk Debi. Adik-adikku yang manis.

Setelah beberapa waktu, aku menanyakan kabar anak itu, kepada temanku yang tinggal di sanggar. Dia bilang, si gadis ini sudah diambil paksa oleh ibunya. Ibunya yang mempekerjakan dia untuk mengamen sampai target penghasilan tertentu. Dia dilarang sekolah. Dan kisah naas yang kudengar adalah... ia pernah menjadi korban perkosaan, lagi-lagi karena campur tangan orangtuanya. Bayangkan, gadis 7 tahun..

Kehidupan jalanan memang keras. Sekaligus membuatku bersyukur tak henti akan hidup yang kumiliki. Banyak lagi kisah yang kudengar dari teman-temanku di sana. Semua itu bagaikan cermin yang memaksaku untuk memeriksa diri egan kehidupan mereka. Sudahkah aku menggunakan hidupku yang beruntung ini dengan bijaksana? Apa yang dapat kuperbuat untuk menolong sahabat dan adik-adikku itu?

Mereka menyebut diri 'anak pinggiran', anak-anak yang tidak dapat mendapatkan hak mereka sebagai manusia muda yang punya akal, kreatifitas dan butuh kasih sayang. Di sanggar itu mungkin mereka boleh hidup cukup layak (makan 3X sehari tentunya dengan lauk seadanya, beberapa sekolah dan punya baju bersih), namun berapakah yang masih menggeliat bangun di beralaskan aspal? Dinina-bobokan suara raungan mobil-mobil yang melintas dan berselimutkan koran sebagai penahan dingin?

Aku berusaha sadar dari waktu ke waktu. Bahwa merekalah bagian dari rakyat ini kelak. Ketika waktu generasi kami memimpin nanti. Bukan tidak mungkin, merekalah yang akan duduk di kursi-kursi parlemen di sampingku kelak. Ayo bangun sahabatku. Jalanan boleh saya tidak berhati padamu. Namun aku dan teman-temanku dari atas sini akan membantu kalian bangkit, merangkat keluar dari liang kemiskinan, dan kita akan membangun negri ini bersama-sama. Kita pastikan tidak ada anak-anak lagi yang harus merasakan dinginya malam tanpa selimut dan kerasnya aspal dan kehidupan jalanan yang menggerogoti mereka. Bukan hanya tubuh, namun jiwa mereka. Kita pastikan, anak-anak di negri ini pulas dengan kenyang dan hangat. Dan menghabiskan masa kecil mereka hanya dengan belajar dan bermain. Iya kan sahabat? Kita akan memperjuangkan itu? Ayo...

Seperti dalam posting sebelumnya. Masih banyak tugas bagi generasi kami, masih banyak yang perlu dibenahi.



Senin, 20 Juli 2009

Bali! Cooper among the Gold

Monday, December 3, 2007

**For note, Sorry kalo gw nulisnya campur-campur Eng-BI-ENG-BI coz, i need to work with other people aroun the world and i have to use English, but sometimes, i have to swich my brain to BI, but yeaah, just a note, if you getting headache with this mix blog**

rBALI YEAY, one of the word i liked to hear for last several weeks!!

I'm just arrived on Friday, with several silly things happened on the way.

First,
Xty the sily girl *hahahaha, it just realy funny remember that..*
Dia dengan sangat bodohnya salah membawa laguage orang dari bandara. It's look almoust same, red colour with same brand, but i just said "X, kok ini kopong banget sih x? Lu gak bawa apa-apa yah??"
Dengan bodohya dia jawab "hahaha iya nih kopong, cuma isi indomie banyak" *gw teken 2 dengan muka bodoh gitu!!
"X, ini lho kok? gak dikunci?? iiiih lu mah gokil!"
"HHHAH?? kebuka??? gak kok gw kunci??"
"Lho ini?? " gw bingung abis
"LHO INI BUKAN PNYA GW!!!"
dan dia langsung lari ke pergi ke tempat laguage tray buat nuker, dengan bodohnya dia hempaskan begitu saja, dan ternyata koper tak bertuannya udah tergeletak gitu.. dan dia lansung ambil gitu aja, dengan tampang sok innocent. Dan begitu dia naro tas terkutuk itu, langsung ada ibuibu dengan muka sangat cemas mengambilnya.. gila gw gak kenal deh ama ni anak!

Gokil kita nyampe bal udah agak malem gituu, belum lagi ada miss coordination sama driver yang jemput kita. Jadi setelah half way to hotel, we have to turn back and pick somebody else, named Arietha from FIJI *can u believe that? fiji island* dan ternyata orangnya sungguh aneeh.. huhuhuhu *forget it, i'm not suppose to be saying bad thing about people online, sorry*

Dan sesampainya di hotel, sudah agak malam dan gw having dinner sama bule2 itu. ketemu sama other delegates.. anaknya sih lebih seru2 huheuheu lebih dikit daripada yang di Bangkok, tapi jeadi lebih cepet deket karena lebih dikit..

hahahah rite.. that day finnaly over and just take some rest! coz next day will be verrrryyyy long day and busy day...

UYC = FUN

Sunday, September 16, 2007

Oi oi
setelah lama sekali tak berjumpa...
iya kemaren itu gw baru aja pulang dari gunung -halah gaya aja lu pee, gunung geulis aja!- hehehehe biar cuma gunung geulis, tetep aja judulnya gunung kan?

yeph, tak lain dan tak bukan, gw yAng gaul ini -siap2 ember- ikutan camping akbar terbesar di abad ini!!! yeAH! -ok?udah muntah?-
so, namanya ursuline youth camp, weaving together peace n justice, begitulah tag linenya...

disana cukup seru lho, beneran tidur di tenda dan di sleeping bag, tapi gak masak pake kayu bakar kok... pada dasarnya camping yang melibatkan 4 negara dan sekitar 1000 manusia di dalamnya, tidak terlalu padat acaranya, sebenernya itu cuma lebih untuk mempererat -ato lebih tepatnya kenalan dan menuhin phone book- temen2 baru dari pelosok nusantara dan asir pasifik. -bah! gaya kalee kau pee!-

di perkemahan super besar -daaaaannnn sangggat ramai itu- seru banget, kegiatan yang gak terlalu padat bikin gw dan yang laen bisa nyantai2 dan maen2 mengingat kita meninggalkan jakarta dan teman2 sekelas dengan PR dan pelajaran yang full! itung2 ini refreshing sebelum ujian Blok lah. hahahahahhahahaah happy day lah 5 hari disana!

kendalanya cuma satu... dengan sekian jumlah manusia yang totalnya 1200,++ biarawati n visitor n sponsor n service team n participant n n n n lainnya... kamar mandi dan WC yang tersedia di satu area perkemahan itu gak lebih dari 30 bilik super kecil yang cukup tersebar di beberapa lokasi.



so, bisa dibayagin dong tiap pagi dan sore, ngantri beras, ngantri sembako plusssss ngantri minyak tanah! katanya nih tmen2 gw yang bangun jam setengah 5 aja masih harus ngantri, gw sih malay banget bangun jam segitu n harus nganrti juga... yang ada tiap pagi gak pernan mandi.. tapi rintangan belum berakhir, tetep gw haru merasakan ngantri-ngantri itu di sore hari... yang jelas acara antri-mengantri tiap pagi dan sore (buat gw sih sore doang) jadi waktu2 yang unik dan menyenangkan... gw dapet banyak temen baru lho, lebih banyak daripada waktu kegiatan, pas ngantri itu...

anyway, dari semua acara hiking, exhibition, mandi, makan massal, culture cross yang agak sangat boring dan disko + karaoke di tenda (secara gw setenda sama anak2 gokil dan dapet tamu dari desa lain tiap malem)semuanya menyenangkan dan untuk pertama kalinya selama beberapa bulan gw menjabat 'putih -abu' gw bangga dan gak nyesel masuk sekolah gw ini, yang gw mungkin (maaf) ga maki2 di posting sebelumnya...

dan sebagai klimax di malam terakhir, dimana menjadi malam farewell, ada pesta kembang api dan kita semua nyanyi dan diputerin banyak foto dan slide yang mengungkap arti peace dan justice buat bumi... gw sadar ternyata perjuangan umat manusia belum selesai yahh.. dan kata2 kedamaian dan keadilan bener2 harus disuarakan sekarang.. sebagai aktivis lingkunga, gw cukup kenyang dengan tindakan2 keadilan untuk bumi, tapi ternyata gw agak missed, bahwa keadilan juga masih banyak untuk manusia penghuninya. Walaupun isi slide itu entah mengapa udah sangat gak asing buat gw (kaya korban banjir, kekeringan, kelaparan dll yang sering banget dicekokin ke gw) tapi malem itu, artinya agak beda. Harus mulai setiap inci kulit gw dulu keadilan itu ada lalu ke orang lain...

dan malam itu berakhir dengan letupan kembang api yang warna-warni menghiasi malam dan aku memeluk (ya, benar2 kupeluk) seorang yang telah mengajar aku banyak hal, dak kubisikkan di telingannya "makasih untuk semuanya ya, Be!".



QUOTE TODAY:
LIKE NIGHT AND DAY, GOOD AND EVIL ARE ALWAYS TOGETHER

777 soul for indonesian earth


Sunday, July 8, 2007

jam berapa nih pas gw nulis post ini? fiuh,,, gila..tepar sekali, tapi gw paksain nulis...

Yeph, gw baru pulang dari konser 777, it was really fun!

Konsernya keren, walopun pas pagi sepi pengunjung. Gw dateng kesana sama anak-anak SG lain. Agak telat emang (yahiyalah, orang GP kalo gak molor pada gatel kali tuh badannya, hahaha) sementara NGO lain udah rapih di boothnya. Trus ada masalah dengan lay out, tapi sih gw dan yang lain nyantai aja, duduk dan sambil mendengarkan musik. Dan main tebak-tebakan gokil. huahaahahah, sementara orang GP lain lago heboh mindah-mindahin barang dan poster, gara-gara booth asli kita di sabotase.. huhuuhu

Trus, ada waktu gw on-stage. Fiuh, gak udah dibahas boleh gak? aneh banget gw! ['hello, i'm robot talk to you, ai em robot...rrrrooo...bboooottt"] gitu kali gw sangking anehnya. Yah, gw cuman ngomong berapi-api sampe rambut gw keriting (emang udah kriwil kalee piii) trus anak-anak itu berdiri, dengan begonya gw langsung bilang "OK! NEXT MOCCA!" shoot! harusnya gw ngomong lebih bayak lagi! Eum, gak mungkin kan gw balik n bilang ke vokalis cewe-kecilnya mocca (sapa yah namanya?) "mba, mba, boleh pinjem mic-nya gak? saya lupa ngomongg...." toeoeoeoeng ...

Overall acaranya lumayan seru. Dan yang seru lagi nih, hunting barang gratisan dari tiap booth yang ada disitu. Ngambil stiker, poster, gelang, pin, kalender, tas,buku , apa aja deh yang gratis. Ampe penjaganya stress gitu ngeliatin gw dan temen-temen gw menjarah tiap stand. hahahaahah "mba, minta ato ngerampok mba?" kata sih kancut ke temen gw.
Yang seru juga ada layanan masyrakat "banner man", itulho yang kaya iklannya kick andy, ada beberapa temen gw yang pake banner digantung dan ngiter keliling area konser. hahaah seru kok, diliatin, di shoot kamera, difoto, udah kaya seleb aja rupa-rupanya.

well, the best thing dari acara ini. Paling gak anak2 SG ngumpul bareng lebih dari 5 jam. Maen bareng, nyanyi bareng, nongkrong bareng, panas-panasan bareng. Mungkin orang lain gak ngerti, tapi ini bener-bener bikin gw seneng. Teamwork, yeah that's it. gw ngerasa ini akan sulit, atau mungkingak akan terbentuk. waktu yang akan membentuk segalanya. I found my new family, a big family!

QUOTE TODAY:
THE HARDER YOU WORK , THE HARDER IT IS TO SURRENDER.